Lombok tidak hanya dikenal karena pantainya yang eksotis dan keindahan Gunung Rinjani, tetapi juga karena kekayaan tradisi budayanya. Salah satu tradisi yang paling unik dan ikonik dari masyarakat Suku Sasak adalah Peresean.
Tradisi ini merupakan pertarungan adat antara dua pria yang menggunakan rotan dan tameng kulit. Meski terlihat keras, Peresean bukan sekadar adu kekuatan, melainkan simbol keberanian, kehormatan, dan persaudaraan.
Asal-Usul dan Sejarah Peresean
Peresean sudah ada sejak ratusan tahun lalu dalam kehidupan masyarakat Sasak. Dahulu, tradisi ini dilakukan sebagai ritual untuk memohon hujan saat musim kemarau panjang. Selain itu, Peresean juga menjadi sarana melatih ketangkasan dan mental para pria Sasak dalam menghadapi peperangan.
Dalam pertarungan Peresean:
- Dua petarung disebut Pepadu
- Wasit disebut Pakembar
- Pertandingan biasanya berlangsung 3–5 ronde
Menariknya, meskipun tubuh bisa terluka akibat sabetan rotan, setelah pertandingan selesai kedua Pepadu akan saling berpelukan sebagai tanda tidak ada dendam. Inilah nilai utama yang dijunjung tinggi dalam Peresean: sportivitas dan persaudaraan.
Perlengkapan dalam Peresean
Beberapa perlengkapan utama dalam tradisi ini antara lain:
- Penjalin – tongkat rotan sebagai alat serang
- Ende – tameng dari kulit sapi atau kerbau
- Sapuk – ikat kepala khas Sasak
- Busana adat sederhana
Pertarungan biasanya diiringi musik tradisional untuk menambah semangat dan suasana sakral.
Kapan dan Di Mana Peresean Bisa Disaksikan?
Saat ini, Peresean lebih sering ditampilkan dalam:
- Festival budaya Lombok
- Acara adat tertentu
- Event pariwisata daerah
- Penyambutan tamu penting
Tidak setiap hari tradisi ini dipertunjukkan, sehingga wisatawan yang ingin menyaksikannya perlu mengetahui jadwal acara budaya setempat.
Mengapa Peresean Menarik untuk Wisata Budaya?
Bagi wisatawan, menyaksikan Peresean memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan sekadar menikmati pantai atau destinasi alam. Peresean memperlihatkan:
- Karakter masyarakat Sasak yang tangguh
- Tradisi yang masih dijaga secara turun-temurun
- Nilai budaya yang autentik dan jarang ditemui di tempat lain
Pengalaman ini menjadi cara terbaik untuk mengenal Lombok lebih dalam — bukan hanya sebagai destinasi wisata, tetapi sebagai ruang hidup dengan identitas budaya yang kuat.
Ingin Menyusun Itinerary Wisata Budaya di Lombok?
Jika Anda tertarik memasukkan pengalaman budaya seperti menyaksikan Peresean ke dalam rencana perjalanan, pastikan untuk menyesuaikan jadwal dengan agenda event lokal.
Tim Lombok Travelia dapat membantu Anda menyusun itinerary yang menggabungkan wisata alam dan budaya agar perjalanan ke Lombok terasa lebih lengkap dan bermakna.
Karena Lombok bukan hanya tentang destinasi — tetapi juga tentang cerita dan tradisinya.